Foto wisuda Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya: Wisuda itu penting ga seh?

November 6, 2009 at 6:25 am (by Derisma) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

Hari ini ada wisuda di kampus. itu artinya… barisan mobil-mobil wisudawan, mulai berjejer. parkiran penuh, malahan tadi ada yang parkir seenaknya di depan pintu.  Ada studio dadakan di jalan-jalan, bakalan ada kemping keluarga juga di parkiran menggelar tikar, makan bareng dan tiduran sekalian…*halah*. Untuk sebagian orang, wisuda adalah acara yang menyenangkan terutama buat wisudawan dan keluarganya. Buat sebagian yg lain, kayak tukang parkir dadakan, tukang jual makanan, tukang foto dadakan, wisuda bisa mendatangkan extra income buat mereka.

Jadi inget jaman diwisuda dulu. Banyak yang kudu dipersiapin buat wisuda. Ga kebayang kalo cewek ternyata ribet banget nyiap2xinnya. Ntah itu kebaya, booking salon, booking studio foto, ntah sepatu, aksesoris and tas yang mau dibawa. Pagi-pagi dah ke salon buat berkonde dan berkebaya ria, make-up semaksimal mungkin, pokoknya dandan paling eksis dah biar pede, pas di make-up aja banyak protes, kebanyakkan eye shadow lah, pake maskara bikin mata perih lah, bedaknya ketebelan, trus lipstiknya mencrang teuing, ribet!!!

Dua ratus meter sebelum nyampe di tempat acara…cciiiitt….doooeeenngg…!! barisan mobil wisudawan mulai berjejer…maceet. Kepedean dan keoptimisan turun seratus dua puluh juta lima ratus tingkat…perut mulai melilit, mules, keringat bercucuran, wajah pucat,..oowh…grasak grusuk gak jelas. Berharap tiba-tiba mobil yg di kendarai bisa terbang..ssuuuiiing…tapi apalah daya,..iringan mobil berjalan dengan kecepatan seperti orang sakit encok yang jalannya ngesot. Gak ngerti ada apa didepan sana…jam 8 kurang masih setengah perjalanan…seragam hitam yang bikin gerah, alhasil make up langsung luntur …. puanasss!!!…sementara kipas tangan engga maksimal… nyampe di tempat acara, hwarakadaaaaaaaaaaaahhh…nyari parkir susah banget….panik!panik!panik!!

Di ruangan lagu mulai berkumandang… nyanyiin lagu kebangsaan negeri ini. Orang-orang dengan baju kerajaan masuk  dengan berbaris. Yang paling depan bawa tongkat. Setelah itu salah satu dari mereka pidato sangat singkat, cuma mau bilang: “… sidang dibuka tok..tok..tok” ( or something like that), terus pasukan kerajaan keluar lagi, diringi dengan lagu lagi dari paduan suara anak baru plus ceramah, pidato Rektor dan dari perwakilan wisudawan, trus maju satu-satu untuk digeser rumbai di topi wisuda. Grogi banget pas mau naik panggung…takut salah, takut kesandung, takut kesrimpet. Rektor menyerahkan sebentuk piagam, dilanjutin dengan acara do’a. Selebihnya cuma foto-foto… ga cukup foto di kampus aja, bela-belain mengejar jadwal foto di studio.  kalo indonesia?? nyewa jas nyewa jas deh …nyeng penting pose…eh ujung-ujungnya pas bubaran sibuk nyari mobil diparkir dimana… capek hahahaa….


Jadi mikir wisuda itu buat buat apa sih? apa juga manfaatnya klo ribet kayak gini? cuma buat cerita ke anak cucu nanti? supaya jadi kenangan sekali seumur hidup? keren-kerenan? gengsi hidup karena pernah ikut acara wisuda dan pakai toga? bangga dan keren karena telah dianggap sebagai orang yang berpendidikan? atau apa…???

Kata wisuda adalah berasal dari bahasa sanskerta “wisudda” yang berarti bersih, murni, atau habis sama sekali. Misalnya dalam kitab Ramayana, sebagaimana dikutib oleh P.J. Zoetmulder, ada ungkapan “Wisudha malilang langit” yang kira-kira artinya “langit sedang cerah dan terang benderang”. Agaknya dari kata ini kemudian orang Jawa mengambil bagian suku kata terdepannya saja yaitu “wis” sedang orang Melayu mengambil bagian dua suku kata terakhirnya yaitu “sudda” yang lantas menjadi “sudah”. Kini kita tahu dua kata itu artinya sama yaitu selesai atau berakhir. Dengan demikian, wisuda adalah pernyataan simbolik tentang berakhirnya suatu proses pemurnian atau pencerahan. Dengan demikian, mereka yang akan diwisuda ini adalah ibarat berlian yang sudah dimurnikan dari bongkahan batu cadas yang semula tak berharga. Ibarat lempengan besi yang kini menjadi keras dan bertuah, karena sudah ditempa dan diasah. Sekali lagi, itulah yang seharusnya terjadi. Adapun yang senyatanya terjadi adalah terpulang kepada individu masing-masing wisudawan. Apakah mereka memang sudah menjadi berlian atau tetap menjadi bongkahan batu, apakah sudah menjadi keris bertuah atau tetap sebagai onggokan besi.

Terasakah kita dengan makna wisuda tersebut? Wisuda memang hanya sebuah seremoni, gelar sarjana juga hanya simbolik tapi maknanya sodara.. makna…*sok serius mode on*  mungkin kita harusnya menyadari bahwa pada saat sebelu wisuda tersebut terdapat perjuangan panjang (apalagi yg lulusnya lama, hehe..) kita flashback ni sodara, berapa buku yang harus dibaca, berapa tanda tangan absen kuliah (yg ngabsen sendiri lho?!), berapa analisis, nalar teori serta presentasi kasus ataupun praktikum (siang malam gak tidur gara-gara praktikum) yang harus sodara jalani itu belum lagi penyusunan tugas akhir, thesis, KP/KKN serta ujian sidang yang harus dijalani? berapa banyaknya kesal saat ngejar dan nunggu dosen yang datengnya entah jam berapa, berapa asmara ataupun cinta-cinta ala anak kuliahan yg mewarnai dan harus kandas<== hehe..yg ini masuk hitungan ga ya??

Udah cukup? belum sodara,  jangan tanyakan berapa yg harus kita bayarkan untuk pengorbanan ortu, kakak, adek, suami, istri, anak.  Doa, cinta, kasih sayang, tetes peluh keringat, airmata, dan motivasi mereka yang ga bisa dirupiahkan. Doa-doa malam mereka yang membantu kita menepis kantuk tengah malam demi beberapa lembar skripsi (atau tesis, disertasi) , membantu kita bertahan dari setiap lelah tak berujung sepulang kuliah, untuk mendekap hangat ringkuk kita waktu kita benar-benar sendiri, dan menopang kaki-kaki rapuh kita dalam perjalanan luar biasa panjang ini hingga kita merasa cukup tegar untuk tetap berdiri dan berjalan lagi…berjalan lagi…berjalan lagi. Kalau saja materi yang mereka korbankan di jumlahkan dan ditagihkan pada kita untuk biaya kuliah aja? nyicil brapa lama tuh bayarnya??!! itulah mereka yang slalu bersedia apa saja untuk masa depan putra-putrinya pantaskah bila kemudian kita mengecewakan mereka? (Allah kuatkan saya dan jadikan saya selalu berbakti disepanjang nafas saya dan jadikan pula saya anak yg bisa membahagiakan mereka slalu..slalu..dan slalu). Jadi inget episode Doel saat dia wisuda, betapa bangga bapaknya.

Konon ada cerita, demi menyenangkan hati orang tua, seorang mahasiswa yang sedang beperkara di jurusan dan sedang dalam proses keputusan DO, mengambil langkah nekat dengan ikut wisuda dan memboyong orang tuanya, ia mengaku sudah lulus dengan ikut wisuda illegalinisiatif sendiri (alias menipu orang tua sendiri ) demi membebaskan diri dari pertanyaan orang tua: “kapan wisuda?” Untungnya orang tuanya memang tidak tahu seluk beluk wisuda, dan percaya saja kalau anaknya sudah lulus. Toga bisa dipinjam, foto bisa dibuat tapi ijasah engga bisa juga didapat dengan seudah wisuda illegal itu, atau dia sudah menyiapkan ijasah palsu untuk ditunjukan orang tuanya..? kasihan ya…!

Pada selembar kertas kehidupan kita sudah menuliskan satu buah kerangka kehidupan entah itu berada pada poin delapan atau poin sembilan, dalam perjalanan hidup kita dengan kalimat utama: saya adalah seorang SE, SH, ST, Spsi, atau S.. S.. yang lain. Kita telah ditempa walaupun masih perlu kita tajamkan agar menjadi pisau yang berguna, kita telah melewati banyak rintangan-rintangan jeram perkuliahan yang memahirkan dan mematangkan pengetahuan, pengalaman, emosi dan ego kita, angkat dagu, tegakkan badan dan kuatkan kaki dan tangan, masih banyak yang harus kita lakukan dan tuliskan dalam kertas kehidupan kita sebelum Pencipta meminta kita untuk mengumpulkannya. akan jadi apa?…ingin berposisi mempekerjakan atau dipekerjakan adalah  pilihan pribadi, yang pasti! anda telah terlatih menjadi seorang pejuang maka berjuanglah karena itu sudah menjadi bagian dirimu. Untuk yang belum wisudaan bersegeralah karna takutnya angkatan berikutnya ketika berpapasan dengan sodara sudah ga nyapa dengan mas/mbak lagi tapi malah manggil “mbah” baca: nenek/eyang.

Wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan selama berkuliah, namun suatu tantangan dalam menuju pintu kesuksesan dalam berkarier, berkarya, dan bekerja. Bukan saatnya lagi kita berdiam diri setelah memperoleh kemenangan tetapi kita tetap harus merencanakan hari esok. kemarin pernah baca guyonan,,,katanya kenapa pakaian wisuda itu berwarna hitam? katanya untuk menyambut datang masa-masa pengangguran,,,smoga kita tak perlu menyambutnya,,, wisuda adalah sebuah pencapaian sekaligus tantangan. Tantangan untuk berkarya lebih lagi demi kemuliaan dimata Allah. Semoga!

Pesan Buya Hamka:

Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.

Dan satu lagi. Untuk kenang-kenangan. Walaupun ngga penting buat kita, mungkin sangat penting buat orang di sekeliling kita. Kakek selalu ngomong gini, selalu inget pesan kakek, “belajar yang giat biar jadi orang pinter (sambil nunjuk foto wisuda bapak)”. Trus bapak juga menunjuk foto bersama saat beliau diwisuda “Kenangan terakhir Bapak dengan temen-temen saat wisuda dulu…sebagian dari mereka sekarang ada yang menjadi pejabat, pengusaha, PNS…dll, setelah  itu kita gak ketemu lagi karena udah pada sibuk sama urusan masing-masing, sampai-sampai ga ada waktu buat ketemuan atau sekedar ngobrol-ngobrol. haaaah,…

Nah cerita diatas adalah makna wisudanya, sekarang saya akan berikan tip foto wisuda agar hasilnya tidak mengecewakan. Berdasarkan pengalaman saya menangani event wisuda baik di lokasi acara maupun studio, berikut adalah tip yang dapat saya berikan:

  1. Jangan membuat janji untuk foto dengan studio terkenal pada hari-H karena biasanya studio dalam kedaan fully booked, juga agar anda tidak kecewa dengan hasil fotonya. Biasanya waktu penyelesaian fotonya lumayan lama 1-2 bulan. Ketika studio dalam keadaan fully booked. gak kebayang deh gimana penuh dan sesaknya, so saya tidak menyarankan ide utk berfoto disana. Tentunya kita tidak bisa berharap banyak dari seseorang dengan kondisi kerja yang seperti itu, Bagi para fotografer, keadaan ini juga sangat tidak menyenangkan. Tidak bisa memberi yang terbaik, dijejali dengan setumpuk klien yang inginnya hasil foto mereka bisa sebagus foto displaynya, sedangkan badan perlu rehat sejenak untuk sekedar mengembalikan nafas dan mencoba mengumpulkan kembali inspirasi-inspirasi yang telah tercecer. Maaf untuk kualitas gambar yang jelek deh…bayar mahal-mahal tapi hasilnya mengecewakan. Mending cari studio yang laen deh yang anda percaya, biar ga terkenal tapi kualitas bisa diandalkan.Hati-hati juga jangan sampai tertipu walaupun studionya “wah” belum tentu hasilnya bagus.
  2. Wisuda membuat orang bikin pangling karena tiba-tiba saja hari itu sibuk mendandani diri agar lebih cantik bak bidadari turun dari kahayangan, bahkan para orang tuapun tidak kalah dengan anaknya, pakaian dari jas/kebaya yang paling bagus dikenakannya. Memakai jubah hitam, toga, kebaya+high heels itu panas bgt! make up ampe luntur gara-gara keringatan. akibatnya…bikin muka kita coreng moreng. Tapi kan kalo diturutin kesel ntar acara wisudanya jadi gak asyik. Riasan untuk ke pesta atau acara penting lainnya seperti acara wisuda, pengantin, membutuhkan riasan yang tahan lama. Karena itu, ada beberapa trik khusus agar make-up yang Anda kenakan tidak mudah luntur. Riasan tahan lama bukan berarti riasan yang tebal, menor, norak dan akhirnya malah pecah-pecah saat Anda berkeringat. Tapi jangan kuatir, editor foto yang handal bisa mengatasi masalah Anda. Dengan teknologi pengolah foto sekarang, wajah anda bisa diretouch sehingga ga perlu pake riasan yang tebal/menor  biar tetap cantik di foto. Yang penting tetaplah berikanlah ekpresi terbaik Anda saat di foto.

Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin & Prewedding: Photo Pernikahan & Fotografi Wedding,  foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography & Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery & Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, foto wisuda, foto keluarga, foto seminar, foto launching produk,  hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,  photo pre wedding di…

Wen’S Photography

Digital Photo Studio & Video Shooting

Jl. Gajah Mada No.45 Gunung Pangilun Padang

Hp 08126764527, Telp 07519901204

http://minangdigitalphotography.blogspot.com

https://minangphotographer.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: