WISATA PADANG, SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA

Maret 18, 2010 at 9:12 am (by Derisma) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

Ranah minang untuk sebagian orang awam identik dengan Padang, sehingga setiap orang yang berasal dari ranah minang selalu diasumsikan sebagai “Orang Padang”. Asumsi yang tentu saja salah kaprah karena ranah minang bukan hanya Padang (kota Padang) saja, tapi juga terdiri dari banyak kota/daerah lain seperti Pariaman, Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Batusangkar, Bukittinggi, Payakumbuh, dan lain-lain. Sehingga sebutan “orang Padang” tentunya tidak pas dan oleh kebanyakan orang minang sendiri tidak dapat diterima. Karena itu, sebutan “urang awak” (menggunakan dialek minang) masih lebih dapat diterima oleh seluruh masyarakat minang. Dan tentu saja, ranah minang (tanah/daerah minang) bukanlah Padang (kota Padang), melainkan seluruh wilayah di Sumatera Barat tempat bermukimnya masyarakat minang, termasuk salah satunya adalah kota Padang sendiri.

Anehnya, rumah makan dan restoran diluar ranah minang selalu berlogo “rumah makan Padang”, dan bukan “rumah makan minang”. Begitu juga dengan makanan khas ranah minang yaitu sate, selalu berlogo “sate Padang” dan bukannya “sate minang”. Loh, kok tidak pernah terdengar “rumah makan Batusangkar” atau “sate Payakumbuh” ya…(he..he..he..). Ok deh, itu urusan masyarakat minang untuk “meluruskannya”, yang penting sekarang kita sudah sama-sama mengetahui kondisi dan realita yang sebenarnya. Ini merupakan salah satu keunikan budaya di Indonesia, dan ini bisa saja kita kategorikan sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa.

Apa saja keunikan wisata bumi Minangkabau? Banyak sekali!!!

A. Wisata alam
Ranah minang atau bumi Minangkabau memang indah. Alamnya kebanyakan masih asri dengan ciri khas hutan yang menghijau dan udara yang segar. Karena keasrian alamnya, tak heran jika banyak daerah di “bumi Malin Kundang” ini memiliki panorama alam yang mempesona, sehingga keluhan wisatawan yang tak sempat mengunjungi beberapa tempat wisata adalah hal yang sudah biasa terdengar. Wajar saja, karena untuk dapat menikmati keindahan alam ranah minang, waktu kunjungan dua atau tiga hari tentu tidak mencukupi. Tempat wisata di ranah minang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Sebut saja tempat wisata di kabupaten Agam, Tanah Datar, Pasaman, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan Solok. Atau di kota Bukittinggi, Sawahlunto, Padangpanjang, Payakumbuh, Batusangkar, dan tentu saja ibukota propinsi Sumatera Barat, Padang. Sumatera Barat memang identik dengan sejumlah objek wisata pantai. Hampir seluruh kabupaten di sepanjang pantai tersebut, memiliki pantai yang indah mempesona serta punya keunikan tersendiri.

Berikut adalah beberapa tempat wisata di kabupaten dan kota di ranah minang:

  1. Kabupaten AGAM: Danau Maninjau, Puncak Lawang, Ambun Pagi, Kelok Ampek Puluah Ampek, Kolam Air Tigo Raso, Pernahkah Anda mendengar nama Buya Hamka, Rasuna Said, M. Natsir, Isa Anshari, Abdul Karim Amurullah. Mereka itu berasal dari daerah Maninjau dan berjuang hingga tingkat nasional.
  2. Kabupaten TANAH DATAR: Lembah Anai, Puncak Pato, Tanjung Mutiara, Padang Gantiang (pemandian air panas).
  3. Kabupaten LIMAPULUH KOTA: Lembah Harau, Pemandian Batang Tabik, Rumah Gadang Sungai Beringin, Kelok Sembilan, Kolam Renang Ngalau Indah.
  4. Kabupaten PESISIR SELATAN: Pantai Carocok (jembatan apung), Pulau Batu Kareta, Pulau Cingkuk (kita jumpai bekas-bekas Reruntuhan Benteng Portugis), Pulau Cubadak (Pulau Syorga para penyelam), Pulau Penyu, Jembatan Akar, Mandeh Resort, Air Terjun Bayang Sani, Kawasan Bukit Langkisau (Olah raga Paralayang), air terjun Timbulun, pantai Pasir Panjang, Air terjun Pelangai Gadang, Panorama Laut Teluk Mande, pantai Teluk Tempurung, Jembatan Akar di kecamatan Bayang, air terjun Timbulun di kecamatan IV Jurai, pantai Carocok di Painan, air terjun Bayangsani di kecamatan Bayang, Panorama Langkisau di Painan, pantai Carocok juga di Painan, pasir putih Kambang di kecamatan Lengayang, kuburan Cindua Mato dan Bundo Kanduang.
  5. Kabupaten PASAMAN: Tugu Equator “Bonjol, kawasan cagar alam Rimbo Panti (cagar alam ini terdapat fauna yang dilindungi seperti harimau sumatra, burung madu (Helarctos malayanus), siamang, rusa, bangsa burung) juga terdapat satu kolam pemandian air panas yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, Pulau Panjang, Gunung Talamau dan Gunung Pasaman, Bukit Harimau Campo, air terjun lenggogeni, Kawasan Padang Siranjano karena disini tempatnya belasan telaga, seperti talago Biru.Talago Rajo Bagindo, Talago Puti, Talago Lumuik dan talago lainnya, Pantai Sasak, Ikan bakar tenggiri.
  6. Kabupaten PARIAMAN: Pantai Gondoriah (tempat prosesi ’Tabuik’), Nasi Sek (Nasi Seribu Kenyang), Pantai Arta, Pantai Kata, Lubuk Bonta, Tapian Puti, Pantai Ulakan , Pulau Piai, makam Syekh Burhanudin (Para pejabat penting pun pernah singgah dan melakukan ziarah ke sini. Seperti Gus Dur, Wiranto, Taufik Kiemas, dan banyak para pejabat lainnya. Entah dengan maksud apa, yang pasti, pada saat menjelang pilkada, para calon kepala daerah biasanya sering datang berkunjung ke makam Syekh Burhanuddin).
  7. Kota PADANG: Pantai Padang/Pantai Muaro, Teluk Bayur, Pasir jambak, Pantai Air Manis (Batu Malin Kundang, Pulau Pisang), kereta api wisata “Mak Itam”, wisata pemandian alam, (yakni Lubuk paraku, Lubuk minturun atau Sarasah Sikayan Balumuik,, Taman Hutan Raya “Bung Hatta”, Jembatan “Siti Nurbaya”( sungai Batang Arau) , Lubuak Tampuruang, pantai Carolina di Bungus, pantai Pasir Jambak, rafting/ arung jeram di Sungai Batang Kuranji.
  8. Kota BUKITTINGGI (dikenal dengan Parisj van Sumatra): Jam Gadang (dari puncaknya yang menjulang tinggi, pengunjung dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam sekitar Bukittinggi yang dihiasi oleh pemandangan Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok). Rumah Kelahiran Bung Hatta, Lobang Jepang (Japanesse Tunnel), Benteng Fort de Kock, Pasar Atas, Ngarai Sianok, Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Kebun Binatang Taman, Bundo Kanduang, Ngalau Kamang, Jenjang 40, Pasar Atas dan Pasar Bawah, serta sejumlah bangunan tua peninggalan Belanda dan Jepang. Kota Bukittinggi yang terletak di daerah rang Agam ini memang memiliki beberapa kelebihan dari daerah yang lain seperti udaranya yang sejuk dan nyaman, baik pagi, siang maupun malam, yang disertai dengan panorama alam yang indah serta lokasinya yang strategis yang terletak ditengah-tengah antara Kota Solok, Payakumbuh, Pariaman, Lubuk Basung dan Batusangkar. Dengan posisinya yang strategis ini Kota Bukittinggi ini juga tumbuh sebagai kota perdagangan utama di Sumatera Barat.
  9. Kota PADANG PANJANG: Padangpanjang punya julukan lain sebagai Kota Hujan, Sungai yang mengalir dalam kota pun sangat jernih dan mengalir deras, Malibo Anai, Waterboom (Minang Fantasi dan Lubuak Mato Kuciang), Sate “Mak Syukur”, Rumah Makan Pak Datuk, Sanjai Bundo, museum kebudayaan Minangkabau yang disebut Pusat Data dan Informasi Minangkabau atau Minangkabau Village, Bukit Berbunga.
  10. Kota PAYAKUMBUH: “Green Canyon” di Lembah Harau (Green Canyon di Harau betul-betul mirip Green Canyon asli, didalam goa ini kita dapat menyaksikan stalagmite dan stalagit yang beraneka macam bentuknya), Lembah Harau mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang mempesona, Di Lembah Harau terdapat hutan lindung di dalamnya hidup beberapa binatang langka asli Sumatera. Di antara satwa tersebut adalah monyet ekor panjang, primata jenis Maccaca Fascicularis. Bila beruntung, para wisatawan juga bisa menyaksikan harimau Sumatra, beruang, tapir dan landak yang hampir punah. Pacu Itik, Randai, Pemandian Batang Tabik, Jembatan Ibuh dan Tugu Ratapan Ibu.
  11. Kabupaten SOLOK: Danau Singkarak, Danau kembar Tiga (Danau Diatas dan Danau Dibawah, Danau Talang), Gunung Talang (mata air panas), Bukit Kili (pemandian air panas), Perkebunan Teh Alahan Panjang, Gunung Merah-Putih dengan Janjang Saribunyo (tangga seribu), Pulau Belibis, dendeng batokok, Pantai Cermin (Grand Canyon), beras Muarolabuh, objek wisata air panas Sapan Maluluang, hamparan kebun karet, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
  12. Kota SAWAHLUNTO (Kota Wisata Tambang yang Berbudaya): Waterboom Muaro Kalaban, Pemandian Air Dingin, Museum Kereta Api, berwisata dengan suasana ala koboi, bekas tambang, Bangunan/rumah tua, Panorama Alam Kayu Gadang, Batu Sandaran yang antik, Danau Kandi, makam Prof.MR.H Muhammad Yamin, bangunan bekas peninggalan Belanda, kawasan Sitinjau Laut, tenun Silungkang, Kopi pahit Silungkang (kopi Teko) masyarakat mendulang emas, pacuan kuda.
  13. Kota BATUSANGKAR: Istana Pagaruyuang (Istano Basa), Istana Linduang Bulan, Masih di dekat Istano Basa, ada sekelompok batu prasasti. Batu-batu prasasti ini disebut “Prasasti Adityawarman”, yang menceritakan tidak saja sejarah Minang, tapi sepenggal sejarah Nusantara secara utuh.

Nah, itu baru tempat-tempat wisata alam, padahal sepanjang perjalanan menuju tempat-tempat diatas kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan menawan, bukit-bukit dengan pepohonan yang menghijau, jurang-jurang yang terjal, sungai/anak sungai yang jernih, hamparan sawah yang bertingkat-tingkat, rumah-rumah penduduk yang asri, dan masih banyak yang lainnya yang memang sedap dipandang mata. Ingin mengunjungi semuanya? Persiapkan saja waktu liburan yang mencukupi dan tentu saja dana yang memadai.

B. Wisata belanja dan budaya

Yang paling khas, Rendang daging adalah masakan khas urang Minang. Selain resto lokal, banyak sekali lokasi jajanan yang layak disambangi, misalnya kawasan Pondok. Kita bisa menemukan segala macam makanan di sini, dan semuanya lezat, es durian, sate (sate Padang, sate Dangung-dangung, sate Padangpanjang, sate Pariaman, dll.), roti bakar, martabak (martabak kubang, martabak manis, roti cane), bubur kampiun (bubur khas Padang), teh talua (teh telor), Yang favorit : durian. Paling terkenal adalah durian dari daerah Pasaman, tapi umumnya tiap daerah di Sumatera Barat menghasilkan durian yang lezat dan… murah meriah! Hm… sampe bilang “tambuah ciek” !!!!. Tujuan belanja kain songket (umumnya berasal dari Koto Gadang, Padang panjang, Payakumbuh, dan Silungkang), tekstil lainnya, kerajinan tangan (dari bahan kayu, perca, dll.), kerajinan perak (paling terkenal buatan Koto Gadang, Bukittinggi), mukena, postcard, souvenir rotan, dll. Jika di luar kota, Pasa Ateh (pasar Atas) di Bukittinggi adalah lokasi yang lebih lengkap: kerupuk sanjai, gelamai, kerupuk jangek (kulit), dll. Sedangkan wisata budaya diantaranya:

  • Istana Pagaruyuang (Istano Basa)
  • Museum Adityawarman (Jl. Diponegoro 10), beserta Taman Budaya
  • Kampus Universitas Andalas (bukit Limau Manis), pemandangannya indah

C. Keadaan Sosial Budaya

  • Falsafah Minangkabau adalah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Jadi pada umumnya agama yang dianut urang Minang adalah Islam.
  • Garis keturunan urang minang memakai asas matrilineal.
  • Umumnya laki-laki Minang yang sudah cukup umur akan merantau. Pada zaman dulu, jika tidak merantau ke luar daerah, paling tidak mereka sudah tidak lagi tinggal di rumah keluarganya. Merantau dan berdagang bagi urang minang adalah budaya, tapi bukan berarti mereka lupa untuk membangun kampung halamannya sendiri.
  • Umumnya kantor-kantor pemerintah daerah di Sumatera Barat mengadopsi arsitektur Rumah Bagonjong (Rumah dengan atap menyerupai tanduk, oleh orang luar kadang disebut Rumah Gadang). Rumah-rumah pribadi pun di beberapa lokasi cukup banyak yang mengadopsi bentuk rumah bagonjong ini.
  • Sistem pemerintahan Minangkabau adalah Nagari. Tiap-tiap Nagari dipimpin oleh Wali Nagari.
  • Masakan Padang umumnya pedas, boleh dibilang, kecap jarang ditemukan di sini.
  • Setelah Pariaman, Padang adalah kota yang hawanya gerah! Sekitar 32-34 oC, sebaliknya Bukittinggi adalah kota paling dingin di Sumatera Barat, pada malam hari bisa mencapai 18 oC
  • Suasana trotoar sepanjang Jl. Permindo mirip dengan Jl. Malioboro di Jogja. Penuh pertokoan dan pedagang kaki lima.
  • Orang Minang umumnya menggunakan bahasa Minang sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Tapi sebenarnya, bahasa Minang cukup mudah dimengerti.
  • Banyak penulis/pemuka besar lahir di sini. Tari-tarian yang berasal dari Minangkabau juga sangat banyak, seperti Tari Pasambahan, Tari Piring, dll.

Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding, Photo Pernikahan & Fotografi Wedding, foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography & Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery & Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto, photo pre wedding, foto wisuda, foto keluarga, foto seminar, foto produk di…

Wen’S Photography
Digital Photo Studio & Video Shooting
Jl. Gajah Mada No.45 Gunung Pangilun Padang
Hp 08126764527, Telp 07519901204
http://minangdigitalphotography.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: